Cara budidaya kucing Persia yang lengkap
1. Memilih bibit berkualitas
Jika anda ingin memulai ternak kucing Persia langkah pertama yang
harus dilakukan adalah memilih bibit yang berkualitas, karena bibit yang
berkualitas akan menentukan keturunan yang dihasilkan nanti.
Pilihlah indukan yang jantan dan betina, dan cara membedakannya adalah;
Indukan jantan mempunyai lubang kelamin yang jaraknya agak jauh dengan anus, serta bentuk lubangnya bulat.
Sedangkan untuk indukan betina, lubang kelaminnya berbentuk celah memanjang.
Kriteria bibit kucing persia yang berkualitas adalah sebagai berikut;
– Mata bulat, terbuka lebar, berwarna cerah, serta mempunyai sorot yang tajam,
– Kaki pendek dan kokoh,
– Dada dan pundak lebar,
– Punggung rata dan perut kecil,
– Hidung kecil dan pendek,
– Muka besar melingkar,
– Susunan gigi rapi dan bersih,
– Ekor pendek, tebal serta tidak kaku,
– Bulu halus dan berwarna cerah,
– Sehat dan tidak cacat fisik.
Atau bisa juga dengan membeli bibit yang masih anakan, yaitu sekitar
umur 15-20 hari atau yang baru disapih induknya, dengan tujuan anak
kucing akan lebih cepat beradaptasi,dibanding dengan kucing dewasa.
Serta anda dapat memahami karakternya, dengan tingkahnya yang lucu
dan menggemaskan, selain itu anda juga bisa mengetahui pertumbuhannya
dan mengontrol kesehatannya.
2. Persiapan kandang
Setelah mendapatkan indukan yang bagus, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kandang.
Kandang merupakan modal utama dalam ternak kucing Persia, buatlah
kandang senyaman mungkin, agar kucing betah dan merasa nyaman, dengan
suhu udara yang tidak terlalu panas atau sekitar 24 derajat celcius.
Jangan lupa di dalam kandang disediakan pasir yang halus, atau di
ayak terlebih dahulu supaya bersih, sebagai tempat dimana kucing
membuang kotoran.
3. Proses perkawinan
Hal terpenting yang harus diketahui adalah mengenai umur berapakah
kucing persia harus kita kawinkan, atau kucing sudah masuk usia
produktif?…
Biasanya kucing jantan akan masuk masa produktif sekitar umur 10-12
bulan, sedangkan kucing betina sekitar umur 6 bulan, tapi untuk
mendapatkan bayi kucing yang sehat, idealnya kucing dikawinkan saat
usianya mencapai 1 tahun lebih.
Adapun tanda-tanda musim kawin tiba yaitu apabila kucing saling
mengeluarkan suara-suara bising, yang kedengarannya mengganggu telinga,
biasanya sebagai cara untuk menarik lawan jenis.
Untuk mengawinkan kucing Persia ini agak sedikit rumit, berbeda dengan
cara mengawinkan kucing anggora atau kucing jenis lainnya.
Kucing persia harus dijodohkan terlebih dahulu, caranya yaitu dengan
menaruh kucing jantan dan kucing betina dikandang yang berbeda tetapi
tetap dalam satu ruangan, untuk jaraknya jangan terlalu jauh dan jangan
terlalu dekat.
Biarkan untuk beberapa hari agar kucing saling melihat dan mengenal,
jika kucing sudah saling mengenal, langkah selanjutnya adalah
mendekatkan/menempelkan kedua kandang.
Jika terlihat ada respon positif yaitu saling menempelkan tubuhnya,
mencium, atau menjilat, barulah kedua kandang dibuka, biarkan kucing
bermain didalam ruangan.
Jangan lupa sediakan makan dan minumnya, sampai kucing terlihat melakukan perkawinan.
4. Masa hamil
Setelah kucing melakukan perkawinan, tiba saatnya masa hamil, yang
ditandai dengan berhentinya nafsu birahi, dan selalu menjauh apabila
berhadapan dengan lawan jenisnya.
Tanda-tanda kucing persia positif hamil yaitu;
Pada saat memasuki minggu ketiga setelah perkawinan, mulai terlihat
ada perubahan fisik pada kucing, seperti putting susu berubah warna pink
serta bulu-bulu disekitarnya rontok, nafsu makan terus bertambah, dan
perut kucing terus bertambah besar.
Jika kucing Persia sudah positif hamil, anda harus sering membawanya kedokter hewan untuk memeriksa kesehatan kandungannya.
Masa kehamilan kucing Persia biasanya sekitar 60-70 hari setelah proses perkawinan terakhir.
5. Pemberian pakan
Pemberian pakan untuk kucing Persia harus diberikan pakan yang
berkualitas, agar pencernaanya tidak mudah terganggu, karena lambung
kucing Persia sangat sensitif.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, kucing Persia bisa diberikan
pakan berupa pellet khusus kucing, atau bisa juga diberikan daging sapi
dan daging ayam mentah yang sudah digiling, tujuannya agar mudah
dicerna.
Supaya kucing tetap sehat serta pertumbuhannya baik, usahakan
pemberian pakan jangan sampai telat, apalagi saat kucing hamil dan
menyusui.
6. Tips Perawatan
Kucing Persia yang dikenal mempunyai sifat pemalas, jadi diperlukan kesabaran ekstra untuk merawatnya.
Cara merawat kucing Persia
– Memandikan kucing minimal 1 minggu sekali dengan menggunakan shampoo khusus kucing,
– Memeriksakan kucing kedokter hewan minimal 1 bulan sekali,
– Memberikan kebebasan kucing untuk bermain,
– Merawat bulu kucing dengan cara menyisirnya,
– Membersihkan kandang serta pasir tempat kotoran setiap hari,
– Memberikan makanan yang bernutrisi, atau makanan khusus kucing,
– Menjemur dibawah sinar matahari setiap pagi hari.
Demikianlah panduan tentang budidaya kucing Persia, semoga bisa membantu anda yang berminat usaha ternak kucing Persia.
sofiyah
Saturday, November 24, 2018
Related Posts