2. Pembuatan Kolam Untuk Tempat Tinggal dan Perkawinan

Kolam merupakan faktor utama untuk kesuksesan seseorang dalam melakukan budidaya ikan apapun. Bentuk kolam dan terbuat dari apapun kolam tersebut baik kolam tanah, kolam terpal, ataupun kolam beton juga harus diperhatikan. Ada juga yang melakukan budidaya ikan koi dalam aquarium karena ikan koi cukup mudah untuk dirawat. Menurut pembudidaya ikan koi, kolam terpal kurang baik untuk tempat tinggal ikan koi. Idealnya kolam pemijahan memiliki ukuran 3×6 meter yang kedalamannya 60 cm sedangkan ketinggian airnya 40 cm.
3. Perhatikan dengan Seksama Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam budidaya ikan koi. Tahap ini harus benar-benar maksimal dalam pengurusannya atau pemeliharaannya. Untuk meminimalisasi kegagalan dalam proses pemijahan, Anda sebaiknya menyediakan pejantan lebih dari satu karena mungkin salah satu pejantan sedang tidak sehat. Sediakan indukan jantan 3 hingga 5 ekor.
Setelah semuanya siap, masukkan induk betina ke kolam pemijahan terlebih dahulu sekitar jam 4 sore, biarkan ikan tersebut beradaptasi dengan kolam pemijahan. Setelah 3-5 jam, barulah masukkan induk jantan, biasanya pemijahan akan berlangsung pada tengah malam. Indukan betina akan berenang mengelilingi kolam sedangkan yang jantan akan mengikuti di belakang dan sesekali menempelkan badannya pada betina.
4. Perhatikan Kadar Keasaman Kolam Air
Kolam semen baru masih meninggalkan bau semen yang tidak bisa diterima oleh ikan koi, ikan mungkin akan mabuk. Untuk menghilangkan bau semen dengan cepat biasanya para peternak koi menggunakan pelepah pisang. Anda juga harus menjaga kadar keasaman air kolam pada level 6,5 hingga 8,5 agar ikan koi selalu sehat.